Cara Budidaya Jamur Shiitake

Jamur sitake

Jamur sitake

Cara budidaya jamur shiitake – Jamur Shiitake ialah sejenis jamur yang mempunyai prospek yang cerah. Jamur ini mempunyai peluang pasar domestik dan global, bisa dimanfaatkan sebagai obat dan bisa sebagai makanan. Di bawah ini dibahas tentang cara budidaya jamur shiitake.

Langkah budidaya jamur shiitake:

Tahap-tahap pekerjaan budidaya jamur pada dasarnya sama, mencakup penyiapan substrat, pencampuran substrat, pengantongan (logging), sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, pemeliharaan tubuh buah, dan panen. Perbedaannya terletak pada perlakuan faktor-faktor fisik saat pemeliharaan tubuh buah serta formula media yang digunakan.

Penyiapan substrat

Contoh formulasi substrat tanam untuk jamur Shiitake :

Formula 1

  • Serbuk gergajian kayu : 500 gr
  • Dedak : 25 gr
  • Kapur : 15 gr
  • Tepung maizena : 10 gr
  • Gula merah : 5 gr
  • Air kelapa (optional) : secukupnya
  • Kadar air : 65 %

Formula 2

  • Serbuk gergajian kayu : 800 gr
  • Dedak : 200 gr
  • Gula putih : 30 gr
  • Kapur : 10 gr
  • Air : 2 liter

Penyiapan media harus dijaga kebersihannya terutama karena bibit jamur stadium miselium rentan terhadap perubahan lingkungan antara lain kelembapan dan temperature.

Inkubasi / penumbuhan miselium

Inkubasi adalah proses pemeliharaan (penumbuhan) miselium dalam kondisi pertumbuhan yang terbaik bagi jamur. Inkubasi biasanya dilakukan pada ruang yang khusus dimana suhu ruang bisa dijaga konstan. Pada fase inkubasi miselium ini tidak disarankan untuk melakukan pengaturan kelembaban dalam ruang inkubasi. Kelembaban sudah terjamin dari kadar air substrat yang diberikan dalam proses pencampuran substrat sebelumnya. Kelembaban ruang inkubasi tidak banyak membantu kelembaban di dalam kantong plastik. Salah-salah, kelembaban ruang inkubasi bisa menyebabkan spora liar yang menempel pada kapas penutup bisa berkecambah kemudian miselium jamur liar ini bisa merambah masuk ke dalam kantong. Oleh karena itu disarankan untuk tidak membiarkan ruang inkubasi terlalu lembab.

Pemeliharaan tubuh buah

Selanjutnya setelah log ditumbuhi penuh dengan miselium maka log bisa dipindahkan ke dalam ruang pemeliharaan tubuh buah. Perkembangan log akan melewati tahap-tahap sebagai berikut:

  • Pembentukan lapisan miselium permukaan yang tebal
  • Pembentukan benjolan
  • Pembentukan warna coklat (pigmentasi)
  • Pengerasan lapisan luar
  • Pembentukan primordial

Log dipelihara sampai terbentuk lapisan miselium yang mengeras pada permukaan log. Setelah itu akan muncul benjolan-benjolan dengan ukuran yang bervariasi yang tampak menyembul ke permukaan log. Pada saat ini tutup kapas mulai diperlonggar untuk membantu sirkulasi udara yang membantu pigmentasi. Kemudian akan diikuti dengan pembentukan warna kecoklatan yakni suatu tanda pigmentasi. Setelah terbentuk pigmen tutup kapas dibuka sepenuhnya. Lapisan miselium yang kecoklatan ini kemudian mengeras seperti kulit batang dalam waktu sekitar 30 hari. Respon ini biasanya berkaitan dengan upaya dari jamur untuk mengurangi penguapan air dari log.

Kadar air di dalam log akan tetap tinggi tetapi di luar relatif kering. Kulit inilah yang berperan sebagai pelindung miselium di dalam log dari proses penguapan dan serangan jamur liar. Pada saat ini, proses pembuahan sudah mulai dipersiapkan dengan memberikan rangsangan fisik berupa suhu dingin dan kadar air yang berlimpah. Bisa dilakukan dengan cara merendam log jamur dalam air selama beberapa jam sampai semalaman dengan suhu sekitar 15°C. Setelah proses perangsangan selesai, log disimpan kembali pada rak pemeliharaan. Pemeliharaan selanjutnya sangat ditentukan dari pengaturan kadar oksigen dan kelembaban udara. Pengaturan kadar oksigen bisa dilakukan dengan membuka jendela ventilasi pada saat kelembaban udara di luar tinggi. Pengaturan kelembaban bisa dilakukan dengan cara penyiraman dengan air secara berkala terutama kalau kelembaban udara di luar rendah (biasanya siang hari).

Kadar air log selama proses pembentukan tubuh buah harus dipertahankan antara 55-65%. Di atas dan di bawah rentang ini akan mengganggu proses pembentukan primordial. Untuk menjaga kadar air ini bisa dilakukan dengan menjaga kelembaban udara di ruang pemeliharaan antara 80-90%. Setelah tubuh buah mencapai ukuran dewasa, kelembaban udara diatur berkisar antara 65-85%. Hal ini dilakukan untuk memperoleh tubuh buah dengan aroma dan tekstur yang lebih baik. Kalau dalam periode ini kelembaban udara terlalu tinggi akan menghasilkan tubuh buah dengan tekstur yang lembek relatif tidak bisa disimpan lama juga aroma yang kurang baik. Dengan penurunan kelembaban akan menghasilkan tubuh buah yang pecah-pecah dengan tekstur yang lebih keras dan bisa disimpan dalam waktu relatif lebih lama dan aroma yang lebih baik.

Pemanenan

Proses pembentukan tubuh buah bisa terjadi dalam waktu 5-6 bulan setelah inokulasi. Proses ini bisa terjadi sebanyak 2-3 kali dengan periode istirahat berkisar sekitar 6 bulan. Pemanenan dilakukan setelah tudung membuka sekitar 60-70%. Pada fase ini kondisi tudung sudah menampakkan lamella pada bagian bawah tetapi pinggiran masih sedikit menggulung. Kalau lewat dari itu jamur biasanya sudah terlalu tua dan sudah dihasilkan spora dan kualitas jamur biasanya tidak baik (tekstur, waktu simpan dan aroma). Sedangkan kalau dipanen sebelum itu tidak akan menghasilkan hasil panen yang maksimum (produktivitas rendah) disamping kualitasnya juga tidak baik.

Disamping cara budidaya dengan sistim log serbuk gergajian, juga dikenal cara budidaya dengan sistim log kayu utuh. Cara ini merupakan cara tradisional yang banyak dilakukan di Jepang. Cara ini memiliki kelebihan karena dihasilkan tubuh buah dengan aroma dan tekstur yang lebih khas. Namun kelemahannya ialah dari segi waktu yang lebih lama (sampai 1,5 tahun) dan produktivitas yang relatif lebih rendah. Disamping itu luas area Yang dibutuhkan juga lebih luas untuk menghamparkan log- log kayu yang sudah diinokulasi di lantai hutan sebagai area penginkubasian.

loading...

Pencarian Cara Budidaya Jamur Shiitake

############, perbedaan prenjak rawa jantan dan betina, suara anis merah betina mp3, harga lvbrt, manfaat penpungan murai batu, lovebird ngejarum, kandang blackthroat dimakan semut, jenis labet ekor hitam peti, jambu air untuk cucak jenggot, cara budidaya jamur hiyoko

Artikel Terkait Cara Budidaya Jamur Shiitake

Cara Budidaya Jamur Shiitake | | 4.5