Cara Ternak Lele Organik

By On Sunday, December 1st, 2013 Categories : Perikanan
Ternak ikan lele organik

Ternak ikan lele organik

Cara ternak lele organik – Ternak ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.

Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri dari kotoran hewan ternak seperti ayam dan kambing.

Manfaat ternak lele organik:

  • Kandang ternak menjadi lebih bersih
  • Hemat biaya perawatan
  • Air kolam tidak berbau busuk
  • Tidak perlu mengganti air kolam
  • Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih
  • Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi/kambing/ayam disekitar
  • Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi
  • Lebih aman untuk kesehatan
  • Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah
  • Air bekas ternak lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.

Ternak ikan lele organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pelet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.8.000. Sedangkan membuat sendiri pakan lele organik, hanya perlu biaya kisaran Rp.2.000 per kilogram.

Cara ternak lele organik:

Tahap pertama

  • Penebaran benih kedalam kolam yang sudah berisi air (tahap awal, kedalaman air tak lebih dari 30cm) yang sudah dikondisikan cukup untuk pesediaan pakan selama 29 hari berupa plankton
  • Sarana pembuatan plankton dengan bahan dasar kotoran ternak dan ampas tahu atau sayur limbah yang sudah difermentasi dengan SOC HCS, selama 24 jam, kemudian dimasukkan dalam karung goni yang tertutup rapat sebanyak 6 karung, Kemudian 6 karung tadi dimasukkan dalam air, untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan alami ikan
  • Sesudah 15 hari dalam kolam, maka air kolam sudah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan alami sampai 29 hari

Tahap kedua

Sesudah 15 hari, maka kolam sudah siap ditaburi benih. Lakukan beberapa hal untuk proses penebaran benih sebelum masuk ke air kolam, adalah sebagai berikut:

  • Siapkan air secukupnya dalam 3 ember/timba
  • Ember/Timba yang pertama, larutkan formalin atau alcohol 20%
  • Ember/Timba yang kedua, larutkan SOC dengan dosis 1cc SOC : 2 ltr air
  • Ember/Timba yang ketiga, isilah dengan air kolam yang akan diisi benih
  • Siapkan benih yang akan ditebar, angkat dari air dengan saringan ikan
  • Secepatnya celupkan ke dalam air larutan formalin/alcohol 20%
  • Kemudian celupkan pada ember ke 2 dengan larutan SOC HCS, kemudian angkat
  • Masukkan ke dalam ember ke tiga yang berisi air kolam dengan tujuan agar benih secepatnya bisa menyesuaikan diri dengan suhu air kolam
  • Masukkan perlahan ke dalam kolam pembesaran
  • Anda tak perlu memberi makanan apapun sampai 29 hari, kecuali menaburkan SOC HCS pada minggu ke-2 dan ke-4
  • Sesudah umur 29 hari, angkat ke enam karung tersebut dan ganti dengan yang baru, dan kedalaman air ditambah sekitar 20 cm.

Tahap ketiga

  • Pemberian pelet buatan dari kotoran ternak, ampas tahu, bekatul, dedaunan dan difermentasi dengan SOC HCS selama 24 jam untuk pelet apung.
  • Pemberian pelet buatan ini bisa dilakukan sampai panen.

Tahap ke empat

Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.

Cara membuat pakan lele organik

Kumpulkan limbah kotoran ternak ke dalam bak yang dicampur air beserta bactery starter SOC HCS untuk mempercepat proses penguraian kotoran ternak. Selang sehari kemudian, dengan proses fermentasi, kotoran ternak yang sudah ditambah dengan beberapa bahan untuk menjamin cukupnya asupan gizi pada Ikan.

Cara Ternak Lele Organik | | 4.5