Ternak Ikan Nila Kolam Tanah

Cara budidaya ikan nila kolam tanah

Cara budidaya ikan nila kolam tanah

Ternak ikan nila kolam tanahUsaha budidaya ikan nila bisa dilakukan pada dataran rendah sampai agak tinggi sampai dengan 500 m dari permukaan laut (dpl). Sumber air tersedia sepanjang tahun dengan kualitas air tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak atau limbah pabrik. Kedalaman air minimal 5 meter dari dasar jaring pada waktu surut terendah, kekuatan arus 20 – 40 cm/detik. Persyaratan kualitas air untuk budidaya ikan nila adalah pH air antara 6,5 – 8,6, suhu air berkisar antara 25 – 30 derajat celcius. Oksigen terlarut lebih dari 5 mg/l,kadar garam air 0 – 28 ppt, dan Amoniak (NH3) kurang dari 0,02 ppm.

Cara ternak ikan nila kolam tanah:

Tanah

Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat atau lembung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut bisa menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga bisa dibuat pematang atau dinding kolam. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3 – 5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

Kualitas air

Kualitas air untuk pemeliharaan Ikan Nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Air yang kaya plankton bisa berwarna hijau kekuningan dan hijau kecokelatan karena banyak mengandung Diatomae. Tingkat kecerahan air bisa diukur dengan alat yang disebut piring secchi (secchi disc). Pada kolam dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 20 – 30 cm;

Debit air

Debit air untuk kolam air tenang 8 – 15 liter/detik. Setidaknya, dua minggu sebelum dipergunakan kolam harus dipersiapkan dengan baik. Dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan, dicangkul dan diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran, saluran air diperbaiki supaya pasokan air menjadi lancar. Saringan dipasang pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Tanah dasar dikapur untuk memperbaiki pH tanah dan memberantas hama. Untuk itu, bisa digunakan kapur tohor sebanyak 100 – 300 kg/ha atau kapur pertanian dengan dosis 500 – 1.000 kg/ha. Setelah itu, pupuk kandang ditabur dan diaduk dengan tanah dasar kolam, dengan dosis 1 – 2 ton/ha. Bisa juga pupuk kandang dionggokkan di depan pintu air pemasukan, supaya bila air dimasukkan, maka bisa tersebar secara merata.

Pengairan kolam

Setelah semuanya siap, kolam diairi. Mula-mula sedalam 5 – 10 cm dan dibiarkan 2 – 3 hari supaya terjadi mineralisasi tanah dasar kolam. Lalu tambahkan air lagi sampai kedalaman 75 – 100 cm. Kolam siap untuk ditebari bibit ikan hasil pendederan jika fitoplankton telah terlihat tumbuh dengan baik.

Fitoplankton yang tumbuh dengan baik ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Jika diperhatikan, pada dasar kolam juga mulai banyak  organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing, anakanak siput dan sebagainya. Selama pemeliharaan ikan, ketinggian air kolam diatur sedalam 75 – 100 cm. Pemupukan susulan harus dilakukan 2 minggu sekali, yaitu pada waktu makanan alami sudah mulai habis.

Pupuk susulan menggunakan pupuk organik sebanyak 500 kg/ha. Pupuk itu dibagi menjadi empat dan masing-masing dimasukkan ke dalam karung, dua buah di kiri dan dua buah di sisi kanan aliran air masuk. Bisa pula ditambahkan bebrapa karung kecil yang diletakkan di sudut-sudut kolam. Urea dan TSP masing-masing sebanyak 30 kg/ha diletakkan di dalam kantong plastik yang diberi lubang-lubang kecil supaya pupuk bisa larut sedikit demi sedikit. Kantong pupuk tersebut digantungkan sebatang bambu yang dipancangkan di dasar kolam, posisi terendam tetapi tidak sampai ke dasar kolam.

Pada sistem pemeliharaan intensif atau teknologi maju, pemeliharaan bisa dilakukan di kolam atau tambak air payau dan pengairan yang baik. Pergantian air bisa dilakukan sesring mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Volume air yang diganti setiap hari sebanyak 20% atau bahkan lebih. Pada usaha intensif, benih Nila yang dipelihara harus tunggal kelamin, dan jantan saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu, dengan ransum hariannya 30% dan berat biomassa ikan per hari. Makanan sebaiknya berrupa pelet yang berkadar protein berkisar 30%, dengan kadar lemak 6 – 8%. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan oleh teknisnya sendiri bisa diamati nafsu makan ikan-ikan itu. Pakan yang diberikan kiranya bisa habis dalam waktu 5 menit. Jika pakan tidak habis dalam waktu 5 menit berarti ikan menbisa gangguan, seperti serangan penyakit, perubahan kualitas air, udara panas, terlalu sering diberikan pakan.

loading...

Pencarian Ternak Ikan Nila Kolam Tanah

contoh wawancara budidaya ikan hias, piring secchi, ternak cucak ijo ala hcs, nila kolam tanah, jenis burung luar negeri, contoh wawancara peternak ikan arwana, contoh pertanyaan wawancara budidaya cacing, cintoh wawancara budidaya ikan nila, yutube kelinci, burung blackstrut jantan lagi belajar bunyi

Artikel Terkait Ternak Ikan Nila Kolam Tanah

Ternak Ikan Nila Kolam Tanah | | 4.5